Beranda / Zona Pemula / Pemula Harus Tahu Memposting Konten di Facebook Idealnya Itu Seperti Apa?

Pemula Harus Tahu Memposting Konten di Facebook Idealnya Itu Seperti Apa?

Kata Pengantar 

Sebagai pemula kita sering mendapati masukan-masukan dari teman-teman konten kreator yang dianggap suhu yang kita simak konten-kontennya baik di kabar beranda maupun tab reel, bahwa untuk mempercepat jumlah tayangan dan jangkauan adalah dengan sering upload konten dan berkunjung ke konten mereka, bahkan katanya semakin banyak posting dan interaksi, maka semakin cepat naik jumlah tayangan dan interaksi. 

Pertanyaannya, apakah benar seperti itu? 

Di artikel kali ini saya akan dibahas tips dan edukasi bagaimana sebaiknya kita sebagai pemula membagikan konten agar sistem memperlakukan konten kita dengan baik sehingga didistribusikan ke pengguna facebook non pengikut dengan optimal.

Berikut ini saya bagikan beberapa tips yang saya dapatkan dari meta yang sudah saya praktekkan, maka untuk itu simak sampai selesai. 


Memposting Konten yang Ideal Bagi Pemula 

Sebelum saya menjawab pertanyaan soal, benarkah bahwa untuk meningkatkan jumlah tayangan dan jangkauan itu dengan sering upload konten di facebook? mari kita fahami apa kata meta tentang posting yang ideal bagi kita yang baru belajar di fb pro. 

Posting ideal di Facebook tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis bisnis, audiens, dan konten yang dibagikan. Namun, beberapa rekomendasi umum dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas konten seperti: 

  • 3-5 posting per minggu. Ini adalah titik awal yang baik untuk menjaga kehadiran yang konsisten tanpa membanjiri pengikut dengan terlalu banyak konten. 
  • 1-2 posting per hari. Jika Anda memiliki konten yang berkualitas tinggi dan relevan, Anda bisa memposting lebih sering. 
  • 3-5 kali seminggu. Ini adalah frekuensi yang ideal untuk menjaga visibilitas brand tanpa membuat audiens merasa bosan.

Pastikan Anda memantau analitik Facebook untuk mengetahui kapan pengikut Anda paling aktif dan jenis konten apa yang paling menarik bagi mereka. 

Dengan demikian, Anda bisa menyesuaikan strategi posting Anda untuk meningkatkan interaksi dan jangkauan. 

Dari apa yang disampaikan oleh meta di atas, tinggal kita tanya pada diri sendiri. Sudahkah kita membuat konten yang bisa membuat audiens tertarik nonton konten sampai selesai, atau kita baru di tahap belajar membuat konten? 

Jika kita memang sudah di posisi konten-konten kita cepat viral, maka tidak masalah ketika kita sering upload konten setiap hari artinya kita sudah faham bagaimana algoritma memperlakukan konten kita, tapi bila kita masih di tahap belajar atau pemula, maka sebaiknya hindari posting konten terlalu banyak karena biasanya posting terlalu sering hanya dianggap spam oleh sistem jika tanpa isi, sekedar video asal lalu posting. 


Posting Konten Berkualitas 

Perlu saya ingatkan kembali, bahwa di facebook ada 6 format konten yaitu konten teks, konten gambar, konten video on demand (durasi panjang), reel (durasi singkat), cerita/histori dan siaran langsung, yang semuanya itu digunakan sesuai fungsinya. 

Lalu, sebenarnya konten berkualitas itu seperti apa sih? 

Konten berkualitas di Facebook adalah konten yang relevan, menarik, dan bermanfaat bagi audiens. Berikut beberapa ciri-ciri konten berkualitas: 

  1. Relevan. Konten yang sesuai dengan minat dan kebutuhan audiens. 
  2. Informatif. Konten yang memberikan informasi yang berguna dan akurat. 
  3. Menghibur. Konten yang membuat audiens tertawa, terharu, atau merasa senang. 
  4. Asori. Konten yang asli dan tidak meniru konten lain. 
  5. Visual. Konten yang menggunakan gambar, video, atau infografis yang menarik. 
  6. Interaktif. Konten yang mendorong audiens untuk berpartisipasi, seperti kuis, polling, atau pertanyaan. 
  7. Terbaru. Konten yang up-to-date dan relevan dengan tren terkini. 
Contoh konten berkualitas di Facebook: 

  1. Artikel yang informatif dan relevan dengan industri atau minat audiens. 
  2. Video yang menarik dan menghibur, seperti tutorial atau behind-the-scenes. 
  3. Foto yang indah dan inspiratif, dengan caption yang menarik. 
  4. Kuiz atau polling yang menarik dan relevan dengan minat audiens. 

Dengan membuat konten berkualitas, Anda dapat meningkatkan interaksi, jangkauan, dan reputasi brand Anda di Facebook.

Perlu diperhatikan! Bahwa kita harus memahami setiap format konten yang disediakan facebook, memahami bentuk konten yang kita bagikan itu apakah cocok dijadikan konten reel, VOD, teks, gambar apakah story. Jangan sampai salah kaprah seperti memposting foto yang dijadikan konten reel.

Selain memperhatikan isi konten yang memiliki nilai, perhatikan juga praktek terbaik yang mempengaruhi kualitas konten menurut sistem, seperti:

  1. Tentukan tujuan. Tentukan apa yang ingin Anda capai dengan posting konten di Facebook, seperti meningkatkan interaksi atau meningkatkan penjualan.
  2. Kenali audiens. Kenali siapa audiens Anda dan apa yang mereka suka.
  3. Buat konten yang berkualitas. Buat konten yang menarik, informatif, dan relevan dengan audiens Anda.
  4. Gunakan gambar yang menarik. Gunakan gambar yang menarik dan relevan dengan konten Anda.
  5. Tulis caption yang baik*: Tulis caption yang jelas, singkat, dan menarik.
  6. Gunakan hashtag. Gunakan hashtag yang relevan dengan konten Anda untuk meningkatkan visibilitas.
  7. Posting secara konsisten. Posting konten secara teratur dan terjadwal.
  8. Interaksi dengan audiens. Interaksi dengan audiens Anda dengan membalas komentar dan pesan.
  9. Analisis kinerja. Analisis kinerja posting konten Anda untuk mengetahui apa yang berhasil dan apa yang tidak.
  10. Jangan terlalu promosi. Jangan terlalu promosi atau menjual dalam posting konten Anda.


Dan beberapa tips tambahan dari meta seperti berikut:

  1. Gunakan Facebook Insights. Gunakan Facebook Insights untuk mengetahui kinerja posting konten Anda.
  2. Buat konten yang beragam. Buat konten yang beragam, seperti gambar, video, dan teks. Artinya gunakan semua format konten yang disediakan facebook sesuai fungsinya.
  3. Jangan lupa untuk bersenang-senang. Jangan lupa untuk bersenang-senang dan membuat konten yang menyenangkan.

Terakhir yang juga harus diperhatikan ketika mengupload konten, entah itu konten video, reel ataupun foto dengan mengikuti praktek terbaik konten yang kita upload seperti: 


Gambar

  • Ukuran: 1080 x 1080 piksel (1:1).
  • Resolusi: 72 dpi.
  • Format: JPEG atau PNG

Video dan Reel

  • Ukuran: 1080 x 1080 piksel (1:1)
  • Resolusi: 720p atau 1080p
  • Format: MP4 atau MOV

Thumbnail

Thumbnail adalah sampul konten yang terlihat pertamakali sebelum kita membuka sebuah konten.
  • Ukuran: 1080 x 1080 piksel (1:1).
  • Resolusi: 72 dpi.
  • Format: JPEG atau PNG.

Pastikan Anda memposting konten dengan resolusi yang tinggi untuk memastikan kualitas yang baik dan tidak blur juga tidak menggunakan audio yang memiliki hak cipta, pastikan audio jelas terdengar.


Menentukan Niche Pada Konten

Apa itu niche?

Niche (nisi) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu area atau topik yang spesifik dan unik dalam suatu industri atau pasar. 

Dalam konteks konten kreator atau bisnis online, niche adalah area yang Anda fokuskan untuk menarik audiens yang spesifik dan memenuhi kebutuhan mereka. 

Contoh niche: 

  1. Kecantikan dan perawatan kulit.
  2. Teknologi dan gadget.
  3. Makanan dan minuman.
  4. Olahraga dan kebugaran.
  5. Travel dan petualangan.
  6. Edukasi dan masih banyak lagi.

Dalam memilih niche, Anda perlu mempertimbangkan: 

  • Minat dan passion Anda. 
  • Keahlian dan pengalaman Anda.
  • Permintaan pasar dan audiens.
  • Kompetisi dan persaingan.

Dengan memilih niche yang tepat, Anda dapat: 

  • Menarik audiens yang spesifik dan relevan. 
  • Meningkatkan interaksi dan engagement.
  • Meningkatkan reputasi dan kredibilitas.
  • Meningkatkan pendapatan dan keuntungan.
Bagi saya pribadi konten dengan satu niche itu sangat penting dalam mengoptimasi konten yang saya bagikan karena algoritma itu membaca pola yang konsisten dalam memperlakukan konten sehingga mudah dikenali. 

Jadi, apa niche Anda? 


Perbedaan Antara Konten Sederhana dan Konten Asal

Sepertinya apa yang sudah dijelaskan di atas dapat kita fahami, bahwa konten berkualitas itu seperti apa. 

Jangan dibiasakan membuat konten dengan video asal rekam lalu diupload tanpa dikemas terlebih dahulu menjadi sebuah konten, karena meskipun konten itu berisi video tapi bukan berarti setiap video bisa dikatakan konten, kita harus bisa membedakan.

Jadi bila kita sudah faham, maka ketika kita membuat konten tidak asal-asalan tapi sudah terkonsep walau pun konten yang kita buat itu sederhana tanpa melibatkan crew atau team, tanpa hand phone atau peralatan yang canggih dan mahal, tapi konten yang sudah dikemas dengan konsep yang jelas memiliki arah dan memiliki nilai.


Penutup

Konten adalah kunci berkembang atau tidaknya sebuah akun, jika baik konten yang disuguhkan maka baik pula akun kita menurut pandangan sistem, jangan dulu memikirkan monetisasi karena bagi seorang pemula masih banyak hal yang perlu kita pelajari sebelum nantinya mengeluhkan pendapatan ketika sudah monet. Semoga artikel ini bermanfaat.


Bagikan Tulisan Ini: